Kesehatan Motherhood Untuk Bunda

Hormon Oksitosin dan Bahaya Rumput Fatimah

Hormon oksitosin merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak. Hormon ini dikenal sebagai salah satu komponen penting untuk proses reproduksi, terutama wanita. 

Fungsi hormon oksitosin yang paling terkenal adalah sebagai salah satu pemicu kontraksi dalam proses melahirkan. Produksi alami hormon ini dipicu oleh pelebaran rahim dan vagina, sehingga akan memberikan rangsangan kontraksi lebih untuk menuju tahapan melahirkan selanjutnya.

Hormon oksitosin tidak hanya berperan saat kontraksi dan pembukaan saat melahirkan. Namun ia juga berperan sebagai pemicu rahim untuk menghentikan pendarahan saat kelahiran telah selesai dilakukan.

Saat setelah anak lahir, hormon ini juga menjadi pemicu keluarnya ASI sebagai makanan bagi bayi. Beberapa penelitian menunjukkan, meletakkan bayi sesaat setelah kelahiran langsung ke pangkuan ibu tanpa gangguan, akan meningkatkan produksi hormon oksitosin sang ibu sehingga ASI yang diproduksi akan meningkat jumlahnya.

Lalu, apa hubungannya dengan rumput fatimah?

Rumput satu ini mungkin tidak asing bagi masyarakat Indonesia dan Malaysia. Ia sering kali dipercaya sebagai salah satu herbal yang dapat melancarkan proses melahirkan. Rumput fatimah, yang memiliki nama latin Labisia pumila ini, merupakan jenis rumput yang tumbuh di wilayah tropis.

Rumput fatimah telah cukup lama dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu obat herbal yang dipercaya dapat menambah kontraksi yang dialami ibu hamil, sehingga memudahkan proses melahirkan. Namun, berbagai ahli menyarankan untuk menghindari untuk mengkonsumsi teh herbal rumput fatimah, karena dinilai dapat membahayakan keselamatan ibu.

 

Di dalam jurnal yang berjudul Evaluation of drug interaction potential of Labisia pumila (Kacip Fatimah) and its constituents, diperlihatkan bahwa terdapat berbagai macam kandungan di dalam rumput fatimah. Namun, beberapa kandungan di dalamnya dinilai dapat menghambat penyerapan kandungan lainnya. Sehingga tidak disaran untuk dijadikan obat dan dikonsumsi saat seseorang yang sedang dalam masa pengobatan.

Hal ini juga sejalan dengan penjelasan dr. Ali Sungkar, Sp.OG di dalam portal The Asian Parent Indonesia . Ia menyatakan bahwa rumput fatimah justru berbahaya untuk wanita yang akan melahirkan. Karena rumput fatimah memiliki berbagai macam kandungan yang belum terbukti keamanannya.

Selain itu, menurutnya, kandungan oksitosin yang dihasilkan oleh akar, daun atau bagian lain dari rumput fatimah tidak dapat dikontrol atau ditakar jumlahnya. Sedangkan kondisi setiap ibu yang akan melahirkan berbeda-beda. Ada yang membutuhkan oksitosin tambahan dan ada juga yang tidak memerlukannya.

Pada kasus ibu hamil yang membutuhkan oksitosin tambahan, dosis yang diberikan harus di bawah pemantauan dokter. Hal ini dilakukan agar dosis sesuai dengan kebutuhan dan tidak membahayakan ibu dan bayi.

Berikut beberapa bahaya rumput fatimah dan kelebihan oksitosin pada ibu melahirkan;

 1. Dapat menyebabkan pendarahan

Rumput fatimah yang direndam dalam waktu lama akan meningkatkan kadar oksitosin pada air rendamannya. Jika dikonsumsi oleh ibu hamil, akan menyebabkan sang ibu akan kelebihan oksitosin dan dapat mengalami pendarahan. Hal ini terjadi karena kemampuan rahim untuk menghentikan pendarahan akan terganggu. Karena itu, ibu hamil tidak disarankan minum air rendaman rumput fatimah.

 2. Terjadinya pemaksaan kontraksi

Kontraksi yang dialami oleh ibu hamil dipicu oleh kadar oksitosin yang dimilikinya. Jika kadar oksitosin terlalu tinggi, maka kontraksi yang dialami juga akan semakin kuat. Hal ini justru membahayakan keselamatan persalinan.

Tak hanya itu, kandungan phytochemical yang dimiliki rumput fatimah akan menghasilkan pemaksaan kontraksi. Kontraksi yang dipaksakan dan tidak berjalan sesuai dengan semestinya dapat membahayakan bayi dan ibu.

 3. Janin menjadi stress

Kontraksi uterus yang berlebihan dapat menyebabkan janin di dalam perut menjadi stress. Hal ini adalah kondisi yang tidak baik untuk baik. Kontraksi yang baik adalah kontraksi yang terjadi secara alami dan tidak berlebihan. 

Hormon oksitosin memiliki peran yang cukup besar bagi tubuh. Fungsinya tak hanya berguna di masa kehamilan dan kelahiran, namun juga di berbagai kegiatan yang berhubungan dengan orang lain. Oleh karena itu, kadar oksitosin yang ada di dalam tubuh harus tetap sesuai dengan kebutuhan.

Perhatian terhadap ibu hamil dan yang akan menjalani proses persalinan harus lebih maksimal. Tidak disarankan bagi ibu hamil dan ibu yang akan melahirkan untuk mengkonsumsi air rumput fatimah. Karena akan memberikan efek samping yang tidak baik untuk kesehatan ibu dan calon bayinya.

You Might Also Like