Motherhood Untuk Bunda

Bahaya MPASI Dini : Awas, Masih Banyak yang Memberi Bayi Pisang Sebelum Waktunya!

bahaya MPASI dini, Resiko MPASI dini

@orami.co.id

Makanan bayi memang memiliki banyak ‘aturan’. Selain jenis makanan yang harus diperhatikan, waktu pemberiannya juga harus tepat agar tak terjadi masalah kesehatan. Sayangnya, masih banyak yang memberikan MPASI dini dengan berbagai alasan. Padahal, memberi MPASI sebelum waktunya bisa menyebabkan masalah pencernaan, ginjal dan yang paling serius adalah kematian.

Banyak ibu yang memberi makanan pendamping sebelum anak genap 6 bulan dengan alasan menurut pada orangtua atau mertua. Memang, pada jaman dahulu memberi anak makan mulai usia 2 bulan dianggap sebagai hal wajar, terutama jika memberikan pisang yang dihaluskan bersama nasi.

Sebagian mungkin masih mengalami ibu atau ibu mertua memaksa memberikan pisang pada bayi. Ibu atau ibu mertua biasanya berdalih jika hal ini sudah dilakukan turun temurun dan terbukti tak menimbulkan efek apapun. Benarkah demikian?

Resiko MPASI Dini

Memberi bayi pisang sebelum usianya genap 6 bulan sangat beresiko bagi kesehatan. Meski tekstur pisang lunak dan rasanya mungkin saja disukai bayi, bukan berarti kondisi pencernaannya akan baik-baik saja. Perlu diketahui jika MPASI sebelum waktunya mungkin tak menimbulkan dampak secara langsung. Sebagian bayi mungkin langsung muntah karena pencernaanya belum siap, namun sebagian lainnya bisa saja merasakan dampak jangka panjang seperti, menderita maag kronis, iritasi lambung, gangguan penyerapan makanan, dan juga usus buntu.

Baca Juga : Perlu Diwaspadai, ini Resiko Menambah Garam pada Menu MPASI

Meski pisang tak dianjurkan untuk bayi dibawah 6 bulan, bukan berarti pisang tak boleh dijadikan menu MPASI. Pisang kaya akan serat, vitamin dan mineral yang baik untuk bayi. Oleh karena itu, pisang bisa dilumatkan dan diberikan pada bayi sebagai menu perkenalan makanan padat. Perhatikan pula biji pisang yang mungkin saja ikut tertelan pada bayi karena dapat menyebabkan konstipasi.

Menu dan Tekstur MPASI yang Tepat

tekstur MPASI

@momma.id

Selain pisang, jika bayi sudah saatnya mengenal makanan padat, labu siam, kabocha dan bubur susu juga bisa menjadi alternatif makanan bayi. Pastikan Anda menyesuaikan tekstur makanan dengan kesiapan organ pencernaannya. Menu makanan lembek, seperti bubur halus menjadi pilihan tepat jika bayi baru mengenal makanan selain ASI. Setelah itu, tingkatkan teksturnya menjadi nasi tim saring, nasi tim, nasi yang sedikit dihaluskan atau nasi lembek, dan kemudian kenalkan dengan menu keluarga saat usianya 1 tahun.

Pilih Bahan MPASI yang Tepat

Selain jenis MPASI dan tekstur yang tepat, Anda juga harus memperhatikan kualitas bahan yang digunakan untuk membuat MPASI. Pastikan MPASI terbuat dari bahan yang bebas kimia, misalnya saja pestisida dan zat residu lain. Oleh karena itu, bahan pangan organik lebih disarankan untuk membuat MPASI. Perhatikan juga kesegaran buah dan sayur, karena nutrisi yang didapat bayi juga dipengaruhi oleh kualitas dan kesegaran bahan baku yang menjadi bahan pokok MPASI.

Tak mau salah pilih bahan untuk MPASI? Pesan saja melalui RegoPantes! RegoPantes menawarkan beragam kebutuhan pangan segar langsung dari tangan petani. Anda bisa memesan semua kebutuhan pangan, seperti beras, beras organik, sayuran, buah serta bumbu dapur. RegoPantes juga menyediakan beragam paket kebutuhan dapur seperti paket mix MPASI, paket beras organik dan beragam jenis paket lain yang membuat belanja jauh lebih mudah dan hemat.

0 Shares

You Might Also Like