Motherhood

Bekerja Bukan Halangan Untuk ASIX, Begini Kiat Perbanyak ASI dan Cara Menyimpan ASI Perah

asip, asi perah

@ibusehat.info

ASI atau air susu ibu merupakan kebutuhan terpenting yang harus Bunda sediakan untuk si kecil. ASI merupakan makanan pertama bayi dan akan menjadi makanan tunggal sampai usianya 6 bulan. Setelahnya, bayi memang akan diberi MPASI, namun ia tetap harus diberi ASI hingga tiba saatnya menyapih, yakni usia 2 tahun.

Namun, adakalanya Bunda yang bekerja memiliki kecemasan akan pasokan ASI untuk si kecil. Jika sudah demikian, jangan terburu-buru membeli susu formula sebagai cadangan. Ada baiknya jika Bunda belajar menabung ASI agar pasokan nutrisi untuk si kecil tetap terpenuhi meski ditinggal bekerja.

Kiat ASI Eksklusuf untuk Ibu Bekerja

Cara memberikan asi secara eksklusif untuk si kecil sebenarnya sangat mudah, asalkan Bunda tekun dalam menjalankannya. Kunci utamanya adalah rajin menyusui ketika dirumah serta melakukan pumping saat berada jauh dengan si kecil. Hal ini dikarenakan ASI akan diproduksi sebanyak yang dikeluarkan. Jadi, semakin sering menyusui atau pumping, maka semakin banyak ASI yang tersedia untuk si kecil.

Selain pumping, nutrisi untuk ibu menyusui juga harus dijaga agar produksi ASI melimpah. Adapun cara memperbanyak pasokan ASI adalah sebagai berikut :

1. Air Putih

Jangan mudah percaya dengan anjuran kurangi minum dan makanan berkuah usai melahirkan. Pada nyatanya, tubuh memerlukan lebih banyak air agar luka cepat kering. Selain itu, air lebih banyak juga diperlukan agar pasokan ASI lebih lancar.

2. Istirahat Cukup

Tahukah Bunda jika kelelahan dan stress dapat menurunkan produksi ASI? Oleh karenanya, penting bagi Bunda untuk istirahat minimal 9 jam sehari serta mengelola stress.

3. Sayur dan Buah

Sayur dan buah juga tak kalah pentingnya agar ASI tetap melimpah. Kandungan yang ada dalam sayur dan buah juga membuat ASI lebih bernutrisi. Nah, agar Bunda mendapat nutrisi penuh dari sayur dan buah, sebaiknya Bunda hanya memilih buah serta sayur berkualitas.

Tak perlu repot mencari-cari buah dan sayur berkualitas ya Bun, cukup kunjungi saja RegoPantes.com. Melalui RegoPantes, Bunda dapat menemukan segala kebutuhan pangan, mulai dari beras, bumbu dapur, buah hingga sayur tanpa perlu repot. Sangat praktis dan membantu Bunda yang bekerja dan tak sempat berbelanja bukan?

Baca Juga : Tips dan Resep Menarik Menu MPASI 4 Bintang, Semua Ibu Wajib Tahu

Cara Menyimpan ASI

cara menyimpan ASI

@mamybuy.co.id

Nah, jika ingin menyimpan ASI sebagai cadangan, cara menyimpannya tak sembarangan ya Bun. Salah menyimpan ASI akan membuat ASI memiliki daya simpan lebih singkat dan bahkan bisa berubah menjadi basi. Berikut beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan jika ingin menyimpan ASI.

1. Wadah ASI

Saat ini sudah banyak jenis wadah ASI yang bisa digunakan, mulai dari botol kaca, botol plastik hingga kantong plastik. Penggunaan botol kaca mungkin lebih efisien karena bisa dipakai berulang dan mudah dibersihkan. Botol kaca juga lebih tahan lama dibanding botol plastik. Namun, dari segi efisiensi tempat, kantung plastik lebih disarankan. Selain itu, kantung ASI sekali pakai juga lebih mudah digunakan karena Bunda tak perlu repot menseterilkannya.

2. Cara Mengisi ASI

Selain kesterilan wadah, cara mengisi ASI ke dalam wadah juga harus diperhatikan ya Bun. Isi ASI 3/4 wadah saja, jangan lebih untuk menghindari kebocoran atau letupan ketika ASI dihangatkan. Hal ini dikarenakan ASI akan mengembang ketika dibekukan dan akan bertekanan besar ketika dihangatkan kembali.

3. Perhatikan Masa Simpan ASIP

Jika disimpan dalam suhu ruangan, ASIP akan bertahan selama 4 jam. Sedangkan jika disimpan dalam lemari es ASI perah bertahan 5 hari. Masa simpan hingga 6 bulan bisa didapat jika ASI disimpan dalam freezer. Namun, perlu diingat jika ASI harus diberikan sekali minum untuk bayi. Artinya, setelah dikeluarkan dari lemari es, ASI tak bisa dibekukan kembali.

 

0 Shares

You Might Also Like