Motherhood

Stunting : Kesalahan Orangtua yang Rusak Hidup Anak, Atasi dengan Makanan ini!

ciri stunting

@popmama.com

Sudah kenal apa itu stunting? Stunting merupakan kekurangan gizi pada anak yang bisa merusak tumbuh kembang mereka. Padahal, anak memiliki golden age, yakni usia emas hingga 3 tahun dimana tumbuh kembangnya sedang pesat-pesatnya. Jika anak mengalami stunting di masa emasnya, maka penurunan IQ, kehilangan keceriaan hingga potensi menjadi anak kerdil mungkin saja terjadi.

Stunting pada anak sebenarnya adalah kesalahan orangtua. Mengapa bisa demikian? Hal ini dikarenakan penyebab utamanya adalah pola makan yang tak seimbang. Memberi makan anak dengan porsi nasi banyak mungkin lebih mengenyangkan. Namun hal ini tak menjamin kebutuhan nutrisi mereka.

Nah, agar tak salah kaprah lagi, RegoPantes akan membantu bunda lebih mengenal tentang stunting, gejala serta cara menanganinya.

Fakta Tentang Stunting

Meski sering dikaitkan dengan makanan yang kurang nutrisi, nyatanya stunting juga bisa terjadi sejak bayi dalam kandungan. Sekitar 20% bayi menderita stunting sejak masih dalam kandungan. Hal ini dikarenakan ibu hamil kurang mengkonsumsi makanan bergizi sehingga janin juga tak mendapat nutrisinya. Umumnya hal ini akan terus berlanjut ketika bayi menyusu karena kandungan ASI juga sangat bergantung dengan makanan yang dikonsumsi ibu.

Baca Juga : Luput Perhatian, Ternyata Ada 10 Manfaat Jambu Biji Bagi Kesehatan

Kurangnya pengetahuan para ibu hamil dan menyusui membuat kasus stunting masih terus terjadi hingga saat ini. Padahal, kekurangan gizi pada anak dapat menimbulkan penurunan IQ hingga 11 angka, menurunnya kemmapuan kognitif hingga keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan.

Ciri Ciri Stunting

atunting pada anak, mengatasi stunting

@youtube.com

Penting bagi Bunda untuk mengetahui ciri stunting pada anak agar bisa mencegah masalah yang lebih serius. Umumnya dampak stunting adalah berat badan yang susah naik, tinggi badan lebih pendek dibanding usianya hingga terlihat tak ceria.

Ciri stunting di atas sangat sulit diketahui jika Bunda tak melakukan posyandu secara rutin. Pasalnya, pertumbuhan dan perkembangan anak yang sesuai dengan tahapan bisa dipantau melalui tabel KMS yang dikontrol setiap posyandu.

Cara Mengatasi Stunting

Jika anak sudah terkena stunting, langkah utama yang harus segera dilakukan adalah dengan memperbaiki gizinya. Menyajikan makanan tak lagi boleh ‘asal kenyang’. Prining makanan anak harus terdiri dari beragam warna makanan, mulai sari sayuran hijau seperti pak choy, kangkung atau brokoli, nasi hingga protein hewani. Lengkapi pula dengan susu agar gizi anak makin terpenuhi.

Bagi anak yang menderita stunting, camilan sehat di sela waktu makan sangat diperlukan. Ajari anak mengkonsumsi camilan sehat sesuai usianya. Misalnya saja pure buah atau biskuit bayi untuk anak di bawah 1 tahun, puding atau toddler untuk anak di atas satu tahun.

Selain itu, memberikan makanan instan demi alasan kepraktisan rupanya juga dapat mengorbankan anak. Makanan instan boleh saja diberikan, asalkan orangtua cermat dengan kandungan kalori, karbohidrat, protein serta kandungan lain di dalamnya. Jangan lupa pula memberikan buah dan sayur segar untuk mencukupi kebutuhan gizinya.

Meski demikian, cara mengatasi stunting seperti yang dipaparkan di atas bukan berarti dapat menyembuhkan stunting, melainkan hanya mencegahnya lebih parah saja. Pengobatan stunting tak bisa dilakukan secara total, melainkan dicegah sejak janin berada di dalam kandungan.

Konsumsi makanan penuh gizi seimbang dari daging, telur, sayuran hijau dan buah berkualitas kala hamil dapat mengurangi resiko stunting. Selain itu, mengkonsumsi asam folat selama masa kehamilan juga sangat diperlukan untuk mencegah resiko bayi lahir cacat.

508 Shares

You Might Also Like