Motherhood Untuk Bunda

Jangan Sampai Bayi Kurang ASI, Kenali Tanda Bayi Cukup dan Kekurangan ASI Berikut!

asupan asi, produksi asi

@mommiesdaily.com

ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi sampai usianya 6 bulan. Tak ada susu formula yang sanggup menandingi kandungan ASI. Bahkan, ASI masih harus terus diberikan meski bayi sudah dikenalkan makanan padat. Proses pemberian ASI ini harus dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun.

Namun, Bunda harus ingat jika menyusui bukan sekedar memberikan ASI pada bayi. Bunda harus mampu mengukur kecukupan ASI bagi si kecil. Caranya memang tak mengukur secara langsung seberapa banyak ASI yang keluar, melainkan dengan memperhatikan tanda-tanda bayi mendapat ASI cukup atau kurang.

Tanda-Tanda Bayi Mendapat Asupan ASI Cukup

Bayi harus mendapat ASI dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Namun, banyak ibu yang masih bingung bagaimana cara mengetahui bayi sudah cukup ASI sehingga terus berusaha memberikan ASI meski bayi sudah menolak karena kenyang. Nah, agar tak khawatir tentang kecukupan asi Si Kecil, kenali tanda bayi sudah cukup ASI berikut yuk Bun!

1. Berat Badan Bayi Naik

Umumnya, bayi yang cukup ASI akan mengalami kenaikan berat badan 5 hari setelah dilahirkan. Jika bayi tak kunjung naik setelah berusia satu minggu, maka segera hubungi tenaga medis.

2. Buang Air Kecil Teratur

Bayi yang berusia kurang dari 5 hari setidaknya harus ganti popok 6 kali. Jika umurnya lebih dari 5 hari, maka frekuensi ganti popok meningkat 6-8 kali dalam sehari. Jika kurang dari itu, bisa dipastikan jika bayi tak cukup mendapat ASI.

Baca Juga : Menguak 6 Manfaat Kyuri, Timun Jepang yang Bisa Dikreasikan Jadi Aneka Resep Kaya Nutrisi

3. Tenang dan Nyaman

Bayi yang mendapat ASI dalam jumlah cukup akan tenang dan tak rewel. Usai minum ASI dalam jumlah yang pas, bayi akan tertidur pulas karena ASI juga mengandung hormon penyebab kantuk.

Tanda-Tanda Bayi Kurang ASI

bayi kurang ASI

@tesseraholdingcorporation.com

Kurang ASI pada bayi tergolong hal yang sangat berbahaya. Selain dapat menyebabkan kenaikan kadar bilirubin yang ditandai dengan mata dan kulit menguning, kurangnya ASI dapat menyebabkan perkembangan bayi terhambat. Oleh karenanya, penting bagi Bunda untuk mengetahui tanda kurang ASI pada bayi berikut :

1. Urine Berwarna Gelap

Saat bayi tak mendapat ASI cukup, maka ia akan mengalami dehidrasi sehingga urinenya berwarna lebih gelap. Patokan warna yang menjadi tanda bayi dehidrasi adalah warna kuning gelap seperti jus apel.

2. Berat Badan Bayi Kurang

Jika bayi tak mendapat ASI dalam jumlah yang tepat, maka berat badannya juga tak akan bisa mengikuti grafik pada KMS. Jika kondisi ini berlanjut selama 2 bulan berturut-turut, maka perlu membawa bayi ke dokter untuk mengantisipasi penyakit lain yang menyebabkan penurunan berat badan.

3. Feses Berwarna Gelap

Bayi baru lahir memang memiliki feses berwarna gelap. Namun, jika kondisi ini berlanjut hingga bayi berusia lebih dari 5 hari, Bunda harus memeriksa kembali kecukupan ASI si kecil.

Itulah tadi tanda bayi menyusu dalam jumlah cukup atau kurang. Jika memang bayi kurang meminum ASI, ada beberapa penyebab yang mungkin terjadi. Misalnya saja cara menyusui yang salah atau memang produksi ASI yang kurang lancar.

Jika memang Bunda merasa ASI yang keluar kurang banyak, maka Bunda perlu memperbaiki pola makan. Saat menyusui, Bunda memang sangat mudah lapar, namun bukan berarti Bunda harus makan dalam jumlah lebih banyak.

Langkah yang harus Bunda ambil adalah memperbanyak porsi sayur dan buah. Namun, pastikan mengkonsumsi buah dan sayur yang berkualitas ya Bund! Pasalnya, apa yang Bunda konsumsi, itulah yang diolah tubuh menjadi ASI.

Sulit menemukan buah dan sayur berkualitas? Beralih ke RegoPantes yuk! RegoPantes mengajak bunda sadar kualitas dengan hanya menyediakan hasil pertanian unggulan langsung dari tangan petani. Selain itu, RegoPantes juga menjadi jembatan untuk membantu para petani lokal. Jadi, dimana lagi bisa belanja dengan jaminan kualitas sekaligus membantu perekonomian rakyat kecil?

You Might Also Like